ADAM BUKAN MANUSIA PERTAMA SEBUAH KESALAHAN EVOLUSI

Posted: 12 April 2012 in RELIGI

Terkait dengan teori Evolusi adalah Pernyataan lain yang diajukan menyangkut penciptaan adalah Nabi Adam AS mungkin bukan manusia pertama dan bahkan mungkin bukan manusia. (Kami memohon ampun kepada Nabi Adam AS). Ayat berikut diajukan sebagai bukti akan hal ini:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah, 2: 30)

Mereka yang mendukung pernyataan ini berkata bahwa kata kerja bahasa Arab ja’ala dalam ungkapan “Aku akan menciptakan seorang khalifah” bermakna “mengangkat”. Dengan kata lain, mereka berpendapat bahwa Nabi Adam bukanlah manusia pertama, namun ia “diangkat” sebagai khalifah di antara banyak orang. Akan tetapi, dalam Al Qur’an, kata kerja ini memiliki arti berikut:

Menciptakan, menemukan, menerjemahkan, membuat, menempatkan, dan menjadikan

Beberapa contoh ayat Al Qur’an saat ja’ala digunakan adalah:

Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan (ja’ala) daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak… (QS. Az Zumar, 39: 6)

Katakanlah: “Dia-lah yang menciptakan kamu dan memberi kamu (ja’ala) pendengaran, penglihatan, dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67: 23)

Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan (ja’ala) matahari sebagai pelita. (QS. Nuh, 71: 16)

Dan Allah menjadikan (ja’ala) bumi untukmu sebagai hamparan. (QS. Nuh, 71: 19)

Sebagaimana terlihat pada ayat-ayat di atas, ja’ala memiliki banyak makna. Lebih lagi, sejumlah ayat menyatakan bahwa Nabi Adam AS diciptakan dari tanah/debu. Ayat-ayat ini menegaskan bahwa Nabi Adam AS bukanlah seorang manusia biasa di antara banyak orang, melainkan bahwa ia memiliki penciptaan yang khusus dan berbeda.

Al Qur’an mengungkapkan fakta penting lainnya tentang Nabi Adam AS: pemindahannya dari Taman Surga. Dikatakan dalam ayat-ayat:

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh Setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari Surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A’raaf, 7: 27)

Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Al Baqarah, 2: 35-36)

Pernyataan ayat-ayat di atas sungguh-sungguh terang. Allah menciptakan Nabi Adam AS dari tanah/debu. Nabi Adam AS adalah penciptaan khusus yang muncul, pertama kali dari keberadaannya di surga, dan lalu dari pemindahannya dari surga. Namun, kaum evolusionis Muslim mengabaikan kebenaran yang nyata ini, dan bersikeras bahwa “surga” di sini tidak merujuk kepada Surga di akhirat, namun suatu tempat indah di Bumi, sekalipun Al Qur’an merinci ciri surga yang di dalamnya Nabi Adam AS diciptakan. Misalnya, Surga berisi para malaikat dan iblis, dan para malaikat berbicara kepada Allah. Salah jika menelurkan tafsir yang dipaksakan, dan mencari bukti evolusi, di saat ayat-ayat tentang masalah ini begitu jelasnya.

Banyak ayat menyatakan bahwa semua orang diturunkan dari Nabi Adam AS. Sebagaimana Al Qur’an katakan:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).” Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka, apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dulu?” (QS. Al A’raaf, 7: 172-173)

Nabi Adam AS adalah manusia pertama dan utusan Allah yang pertama. Ayat-ayat begitu tegas dan jelas tentang masalah ini, sehingga tidak diperlukan uraian apa pun. Yang harus dilakukan orang hanyalah membaca Al Qur’an dengan hati yang tulus dan mendengarkan hati nurani. Allah akan mengungkapkan kebenaran kepada mereka yang membaca ayat-ayatNya dengan niat tersebut.

Iklan
Komentar
  1. Ecy berkata:

    Apa nabi adam itu manusia purbakala atau langsung tercipta sebagai makhluk modern seperti kita??

    • firdauzzhein berkata:

      Bicara Fakta Memang dalam masa kita banyak teori yg rancu spt teori darwin yang menghubungkan Homo2 manusia purba sebagai nenek moyang kita. Padahal jika kita pikiran, sudah pasti nenek moyang kita adalah Nabi Adam yang tentunya cerdas dan sudah modern, Tidak seperti homo2 yang primitif. Dalam gambarannya Adam a.s. adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya dan diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Sesuai dengan Surah Al Israa’ 70, yang berbunyi:
      “ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (Al Israa’ 17:70)”
      Dalam surah At-Tiin ayat 4 yang berbunyi:
      “ sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (At Tiin 95:4) ”
      Menurut riwayat di dalam Al-Qur’an, ketika Nabi Adam as baru selesai diciptakan oleh Allah, seluruh malaikat bersujud kepadanya atas perintah Allah, lantaran kemuliaan dan kecerdasannya itu, menjadikannya makhluk yang punya derajat amat tinggi di tengah makhluk yang pernah ada. Sama sekali berbeda jauh dari gambaran manusia purba menurut Charles Darwin, yang digambarkan berjalan dengan empat kaki dan menjadi makhluk purba berpakaian seadanya.

    • wayan sudarma berkata:

      saya bukan muslim tp senang sama semua agama2, menurut saya pribadi nabi adam manusia yang memiliki hati nurani mulia pertama yg memiliki sifat2 yng sudah bisa akui manusia oleh allah, bukan manusia yg pertama secara fisik tapi manusia pertama yg bisa di sebut manusia yg memiliki hati nurani dan sifat2 yg bisa disebut manusia, krn sekarang banyak manusia secara fisik manusia tapi tidak memiliki hati nurani layaknya manusia bahkan hatinya kadang lebih rendah dari kera hampir2 nggak ada beda dengan binatang sifatnya, saya jadi bingung manusia yg dari kera atau kera yg dari manusia, dripad bingung2kayak saya lebih baik syukuri apa yg ada hati2 aja agar tidak jatuh jadi kera

  2. semogasukses354 berkata:

    Nabi adam itu manusia (al insan) pertama di muka bumi ini ,tapi bukan manusia (al basyar) pertama di bumi ini coba baca link ini : http://sejarah.kompasiana.com/2012/02/10/al-basyar-manusia-sebelum-nabi-adam/

  3. aransha berkata:

    jika nabi Adam, adalah manusia pertama. Bagaimana dengan penjelasan surat Al Baqarah : 30, mengenai malaikat yang bertanya kepada Allah mengapa menciptakan manusia sebagai khalifah padahal SEBELUMNYA MEREKA (MANUSIA) TELAH BERBUAT KERUSAKAN DAN MENUMPAHKAN DARAH??.Dari terjemahan AQ seolah-olah ada manusia sebelum nabi Adam yang dikatakan malaikat sebagai pengrusak..

    • firdauzzhein berkata:

      Nabi Adam adalah manusia pertama,menurut hemat saya anda terlalu memaksakan terjemah pada kata MEREKA (MANUSIA), padahal kata MAN (من)tidaklah harus berarti manusia, saya coba sajikan tafsir Qur’an Jalalain yang mana kata MAN ditafsirkan sebuah mahkluk bernama BANUL JAN ynag suka berbuat kerusakan, berikut petikan TAFSIR nya : «و» اذكر يا محمد «إذ قال ربُّك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة» يخلفني في تنفيذ أحكامي فيها وهو آدم «قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها» بالمعاصي «ويسفك الدماء» يريقها بالقتل كما فعل بنو الجان وكانوا فيها فلما أفسدوا أرسل الله عليهم الملائكة فطردوهم إلى الجزائر والجبال

      • aransha berkata:

        sebelumnya saya koreksi, istilah terjemahan mereka bukan ditujukan kepada manusia melainkan malaikat petikan terjemahan AQ DEPAG
        “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku (Aku : disini merujuk kepada Allah) hendak menjadikan khalifah di bumi (khalifah di bumi : merujuk kepada isitlah penciptaan Nabi Adam sebagai makhluk Allah, berjenis manusia, bukan jin atau makhluk lainnya, ditrurunkan di muka bumi). Mereka berkata (Mereka disini merujuk kepada istilah Para Malaikat), Apakah Engkau (Allah) hendak menjadikan orang (orang yg dimaksud malaikat disini tidak lain dan tidak bukan sapa lagi jika bukan mengisitlahkan Nabi Adam- makhluk yang akan diciptakan Allah berjenis manusia di muka bumi) yang merusak dan menumpahkan darah di sana (disana merujuk kepada istilah bumi) ………”

        jika makna orang diganti dengan istilah BANUL JAN, “makhluk yg berbeda dengan jenis nabi Adam” apakah itu tidak kontradiksi. Padahal malaikat pada ayat tersebut sedang mempertanyakan penciptaan Nabi Adam??

        mohon penjelasan lebih lanjut

      • firdauzzhein berkata:

        Sebelumnya Terima kasih atas tanggapan saudara semoga menjadikan silaturrahmi yang ilmiah…menanggapi komentar saudara, saya sepakat dengan terjemahan AQ versi KEMENAG dan tidak ada masalah di dalamnya…yang perlu digaris bawahi di sini adalah bahwa Malaikat memang sedang mempertanyakan penciptaan Nabi Adam a.s.dan mengkhawatirkan terjadinya kerusakan dan pertumpahan darah sebagaimana yang telah diperbuat mahkluk sebelum Adam a.s. jadi dapat kita simpulkan bahwa malaikat mengetahui kerusakan dari makhluk sebelumnya yakni Banul Jan (Versi Tafsir Jalalin). kalau sebelumnya tidak ada makhluk yang berbuat kerusakan, darimana dan atas dasar apa Malaikat mengkhawatirkan Adam a.s. akan berbuat kerusakan? justru inilah pernyataan yang menurut hemat kami kurang logis. Wallohu A’lam

  4. aransha berkata:

    shingga nabi Adam itu manusia pertama? Atau jenis manusia pertama ya?

  5. Eko berkata:

    di surat [3:59] Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

    Penciptaan adam seperti Isa. Kalau Isa punya Ibu maryam dan Bp. Yusuf Arimatea, tentu Adam juga punya. Katakanlah Isa hanya punya Ibu, ya tentu Adam punya Ibu..

    Jadi sangat jelas Adam bukan manusia pertama di bumi, Tapi ada kemungkinan bahwa peradaban sekarang ini adalah masih dalam jaman peradaban Adam sampai nanti selesai, dan digantikan peradaban adam2 baru.

  6. sayyid berkata:

    Assalamualaikum wr.wb,
    Beginilah penciptaan Adam menurut alquran,
    pendapat saya sbb,
    Allah berfirman pada surat Al Baqarah ayat 30.
    Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” (QS.Al-Baqarah: 30).

    saya ingin memberikan tanggapan sedikit mengenai asal-usul penciptaan manusia melalui firman Allah ini ,ayat demi ayat secara singkat.
    seperti kita ketahui bahawa kata khalifah merujuk kepada kepimpinan.
    Allah hendak menciptakan seorang pemimpin(khalifah) di muka bumi,tetapi para malaikat memperotes dengan mengatakan bahwa khalifah(pemimpin) tersebut akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi.
    apakah yg diketahui oleh para malaikat sehingga mereka memperotes?
    yaitu apabila Allah menciptakan seorang pemimpin di muka bumi, sudah tentu Allah hendak ingin menciptakan seorang makhluk yg nyata, yaitu makhluk yg dapat hidup di bumi dan dapat menikmati hasil usahanya sendiri dari bumi dan semua kebutuhannya dari bumi.
    makhluk ini sudah tentu mempunyai nafsu yaitu nafsu makan ,bekerja dan tentunya berkembang biak.Makhluk nyata ini(khalifah) sudah tentu sangat berbeda dengan para malaikat yg tidak mempunyai nafsu,tugas mereka hanya bertasbih,memuji dan mensucikan Allah saja,tetapi Allah telah mententeramkan kegelisahan mereka dengan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu keteahui”.

    Jadi apakah yg tidak diketahui oleh para malaikat?(lihatlah ayat 33, surat al baqarah dengan hurup besar).
    firman Allah Al Baqarah ayat 31
    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar! ( Surat Al Baqarah Ayat 31)
    dan ayat 32.
    Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Surat Al Baqarah Ayat 32)

    Dengan kedua ayat ini sangat jelas bahwa Allah telah menciptakan seorang khalifah(pemimpin) yg berbentuk manusia yg sangat cerdas.Dengan ayat 33 pada surat Al Baqarah, firman Allah,
    Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “BUKANKAH SUDAH KU-KATAKAN KEPADAMU, BAHWA SESUNGGUHNYA AKU MENGETAHUI RAHASIA LANGIT DAN BUMI DAN MENGETAHUI APA YANG KAMU LAHIRKAN DAN APA YANG KAMU SEMBUNYIKAN?” (Surat Al Baqarah Ayat 33).

    Adam adalah khalifah(pemimpin ) seorang manusia yg berakal cerdas.
    sebelum adam hanya ada tumbuhan dan hewan-hewan saja pada zamannya.
    mengenai teori darwin yg mengatakan bahwa manusia berasal dari monyet adalah tidak benar.

    Sebenarnya yg membuat kegelisahan para malaikat bukanlah perbuatan nabi adam dan siti Hawa yg akan merusak dan menumpahkan darah dimuka bumi Allah ini , tetapi yg membuat para malaikat gelisah adalah perbuatan yg akan di lakukan oleh keturunan adam dan hawa ini,seperti firman Allah pada surat al insaan ayat 2 : Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
    buktinya pembunuhan pertama telah dilakukan oleh anak nabi Adam dan Hawa.
    saya uraikan pendapat saya soal penciptaan adam terlebih dahulu:

    Allah telah menjadikan adam di surga dari tanah dari bumi.
    seperti mas firdauzzhein juga tau segala sesuatu ciptaan melalui proses begitu juga apa yg terjadi dengan tanah permukaan bumi ini sehingga menjadi mani.Adam tidak diciptakan Allah dibumi, apabila terjadi penciptaan dibumi sudah tentu adam mempunyai seorang ibu.jelas bahwa Allah telah menciptakan adam di surga tepat dengan firmanNYA yg berbunyi:“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadianya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduk kamu kepadanya dengan bersujud” (QS. al-Hijr 15:29).
    kenapa di surga? arti surga adalah kenikmatan yg kekal tidak ada kesusahan dan sesuatu yg bersifat jerih payah seperti buang air besar/kecil,bekerja, melahirkan dan sebagainya ,saya berikan contoh satu, firman Allah :Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.(al baqarah ayat 35) jadi jelaslah bahwa adam juga dijadikan oleh Allah dari mani yg bercampur walaupun tidak melalui seorang ayah dan ibu seperti firman Allah yg berbunyi:Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(al insaan ayat 2)
    ingatlah ,firman Allah ini adalah jelas soal seluruh manusia termasuk adam,kadang-kadang kita lupa.

    wassalamualaikum wr.wb,
    sayyid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s